Minggu, 15 Maret 2015

Hambatan Kreatifitas

            Pertemuan keempat, 10 Maret 2105.

Hambatan Kreativitas



       Sebelumnya, kita sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan kreativitas dan apa yang membuat manusia berkreasi. Tidak cukup sampai disitu, kita juga perlu mengetahui apa yang membuat manusia tidak kreatif, faktor-faktor apa saja yang menghambat kreativitasnya.

      Hambatan kreativitas berarti dinding mental yang menghambat manusia untuk memahami dan memecahkan suatu masalah. Hambatan kreativitas yang dialami setiap orang berbeda memiliki kadar yang berbeda satu dengan yang lainnya. Terdapat dua faktor penghambat kreatifitas, antara lain yaitu:
1.    Faktor struktural:
-       Hambatan psikologi. hambatan kreativitas yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti kurang mampu berkomunikasi dengan baik dan tidak memiliki kepercayaan diri.
-       Hambatan budaya. Hambatan yang berupa keseragaman cara berpikir dan memuja cara berpikir yang logis dan rasional. Contohnya, orang yang berprofesi sebagai dokter, umumnya tidak bisa berkreasi karena harus berpikir logis dan rasional.
-       Hambatan lingkungan fisik dan sosial. Lingkungan kita bisa menjadi hambatan dalam kreativitas kita. Contohnya, orang yang lahir dalam keluarga seniman, kemungkinan memiliki kreativitas yang lebih baik dibandingkan orang yang lahir di keluarga dokter.
2.    Hambatan proses.
-       Hambatan bahasa berpikir. Bila kita terlalu lama dalam memikirkan dan mengambil keputusan maka solusi yang dihasilkan biasanya kurang kreatif.
-       Hambatan keterpakuan fungsional. Kita hanya menggunakan suatu teknologi hanya dengan satu cara. Contoh, menggunakan rice cooker hanya untuk memasak nasi saja, padahal rice cooker juga bisa untuk membuat sup dan juga kue.
-       Hambatan kebiasaan memandang. Apabila pandangan kita terhadap sesuatu hanya berdiam pada satu sisi saja, maka akan mengahambat kreativitas kita.
    
        Selain kedua faktor tersebut, terdapat hal-hal yang kita alami dan lakukan sehari-hari bisa menjadi faktor penghambat dalam membentuk diri menjadi kreatif. Seperti kebiasaan buruk yang tidak mau diubah, cepat puas, tidak mau berpindah dari zona nyaman, malas untuk berpikir secara mendalam, takut gagal sehingga tidak berani mencoba, selalu menginginkan jawaban atau mendapatkan sesuatu secara instan, takut bersenang-senang karena tidak ingin merasa bersalah, takut dikritik dan selalu beralasan sibuk dan tidak punya waktu untuk melakukan hal-hal diluar masalah dan pekerjaan kita.

sumber gambar:
http://www.kesekolah.com/images2/big/2013052017192276731.jpg


Agama Kristen

Dulu Kristen bukanlah agama yang seperi kita kenal saat ini. Kristen sebenarnya berarti Pengikut Kristus atau Pengikut Yesus. Yang percaya dan mengimani Yesus sebagai Juruselamat, ia disebut sebagai Kristen. Mereka meyakini bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias, Sang Juruselamat bagi seluruh manusia.

Pada abad 64SM, Nero, kaisar dari bangsa Roma tidak menyukai orang-orang Kristen. Yang mengikut Yesus akan dibunuh. Namun, orang Kristen tidak menjadi sedikit, melainkan bertambah banyak. Selama beratus ratus tahun kekristenan di tolak hingga dibunuh, hal ini justru membuat mereka berpikir keras dan kreatif.

Mereka mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah ini, yakni bagaimana mereka dapat beribadah tanpa harus berada diliputi rasa takut ditangkap atau di kejar-kejar oleh pasukan romawi. Mereka pun membangun tempat ibadah dan tempat pertemuan dengan sesama umat yang letaknya di bawah tanah. Tempat itu disebut sebagai “katakombe”.  Hal ini dapat menjadi salah satu bukti kreativitas orang Kristen saat itu.

Katakobe; Gereja bawah tanah
Selain itu, mereka juga membuat simbol lain untuk menggantikan simbol Salib. Sebab di zaman itu, siapa saja yang menggunakan Salib akan dibunuh.

Chi dan Rho
Lambang ini dibentuk dari gabungan dua huruf besar Yunani "Chi" dan "Rho" (ΧΡ) yang merupakan huruf pertama dan huruf terakhir dari bahasa Yunani. Melalui lambang ini, umat Kristen menyatakan bahwa Yesus adalah Alfa dan Omega, awal dan akhir.

Hingga pada masa Kaisar Konstantin, pembunuhan dihentikan karena beliau melihat cahaya terang berbentuk salib dengan tulisan bahwa ia akan memenangkan pertempuran. Sehingga ia menggunakan salib saat bertempur dan benar yang dikatakan, ia memenangkan pertempuran tersebut. Kaisar Konstatinpun menjadikan Kristen sebagai agama resmi pada tahun 313M.

Agama Kristen yang dulu sempat ditolak, kini sudah diterima. Hal ini juga membuat kreativitas umat Kristen semakin berkembang. Para umat Kristen tidak lagi merasa takut ketika beribadah, mereka bahkan memadukan tata cara ibadah dengan kebudayaan, ras dan suku mereka. Contohnya: umat Kristen yang bersuku Jawa beribadah dengan menggunakan bahasa Jawa dan melantunkan puji-pujian dengan lantunan khas lagu Jawa.
Melalui pembahasan mengenai kreativitas agama Kristen, dapat disimpulkan bahwa kreatifitas dapat muncul kapan saja dan dimana saja,  bahkan dalam keadaan tertekan dan dalam keadaan yang tidak terbayangkan seperti yang dialami umat Kristen zaman dulu.

India
          India memiliki penduduk dalam jumlah yang sangat besar yakni lebih dari satu miliar jiwa. Tak heran bila negara ini menduduki peringkat kedua sebagai negara terpadat di dunia. Namun nampaknya faktor penduduk tidak menjadi penghalang besar bagi India untuk tetap maju, karena masyarakatnya merupakan kunci dari pesatnya perkembangan teknologi dan perekonomian India.

Hal tersebut bisa terjadi dukungan pemerintahnya dibidang pendidikan. Mereka diberikan peluang yang besar untuk bisa bersekolah dan mendapatkan ilmu didalam maupun diluar negeri secara mudah. Masyaraktnyapun memiliki nasionalisme besar, setelah mereka mendapatkan ilmu di luar negeri, mereka kembali untuk membantu memajukan kehidupan negaranya di sektor teknologi.

Selain masyarakatnya yang mengagumkan, Taj Mahal, yang menjadi salah satu keajaiban dunia, masih berdiri kokoh dan indah di negara tersebut sampai saat ini.

Taj Mahal

Taj Mahal dibangun atas perintah salah satu raja India yang merupakan seorang muslim saat itu untuk mengenang mendiang istri yang paling dicintainya. Berbagai orang dari latar agama yang berbeda turut ikut serta dalam proses pembangunannya, sehingga bangunan megah tidak hanya sebagai simbol cinta, tetapi juga persatuan dan kerukunan masyarakat India. Hal tersebut membuat orang India juga dikenal sebagai pribadi yang mudah berbaur dengan siapa saja yang berbeda latar belakang dengannya

Sumber gambar:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c8/Taj_Mahal_in_March_2004.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar